Don't Look By The Different
Prologue
Di sebuah kursi
panjang di teras kelas lantai atas gue duduk berdua. Cuma berdua, gw dan dia. Iya dia, dia yang udah menemani gue
sejauh ini dan yang selalu ada di saat gue senang maupun susah. Kita berdua
berbincang bincang dan bercerita kecil dengan mesra dan penuh keasikan.
“setelah lulus dari sekolah ini kamu mau kemana?” tanya gue.
“yang pasti sih aku kuliah dulu, kalo ada waktu sambil kerja mungkin sambil
kerja juga” jawab dia. Gue pun terdiam sejenak. “kalo kamu gimana?” tanya balik
dia sambil menatap wajah gue. Dengan menatap matanya gue pun menjawab “aku juga
kuliah, tapi gk tau mau dimana? Kalo bisa sih gk jauh dari kamu”. Dia terdiam
sambil tersenyum menatap gue, “Aku juga gk akan mau jauh dari kamu, sekalipun
aku dapet universitas yang jauh, aku mau kita bisa luangin waktu buat berdua”
ucap dia dengan agak menunduk. Gue pun mengangkat dagunya dengan jari telunjuk
gue secara perlahan, “mau kita pisah ke manapun ketika kuliah, setelah itu kan
kita pasti sama-sama lagi, jangan jadiin aku sebagai penghambat cita-cita kamu”
ucap gue sambil menatap wajahnya dengan senyum. Dia pun mengangguk dengan
senyumannya yang selalu manis di mata gue.
“Iya, kita pasti sama-sama lagi, gk akan ada yang bisa pisahin
kita” ucap gue dalam hati sambil menggenggam erat tangannya. Akhirnya kita
berdua pun bangkit dari kursi dan berjalan keluar sekolah, tapi ketika kita
jalan keluar dari gardu sekolah tiba-tiba ada suara nyokap gue manggil-manggil
gue. Tapi anehnya, nyokap gue gk ada, terus darimana nyokap gue manggil? Gue
lari sambil narik tangan dia dan
tiba-tiba..... “bruukkkk” gue kesandung dan...... “gedebukkkk”.
Kampret, gue jatuh dari kasur -_- Gue jatuh dengan keadaan nyokap gw 3 langkah
dari samping gue neriakin nama gue. Berarti yang tadi manggil gue disekolah
nyokap gue di rumah dan kampretnya lagi itu bukan di sekolah, itu di mimpi
gue.. Sekali lagi gue ulangin “ITU DI MIMPI GUE, KAMPRETTT!”
Setelah selesai mandi, pakai seragam dan sarapan, gue pun
pamit sama nyokap.
Gue lari sampai ke jalan raya dengan tergesah gesah berharap
gk ketinggalan angkot lagi..
Jadi disinilah kisah gue bermula, Ryan Diputra dan
kehidupannya. Buat kalian gue sarankan dan gue peringatkan jangan liat kisah gue
dari “sisi perbedaan”. “sisi perbedaan” apanya? Kita liat nanti... J
No comments:
Post a Comment